. DEFENISI
Aorta stenosis adalah penyempitan
pada lubang katup aorta yang menyebabkan meningkatnya tahanan terhadap aliran
darah dari ventrikel kiri ke aorta (Idrus Alwi,2005)
Ada
beberapa kondisi yang berakibat pada penyempitan dari klep aorta. Ketika derajat
dari penyempitan menjadi cukup signifikan untuk menghalangi aliran darah dari
bilik kiri ke arteri-arteri, maka persoalan-persoalan jantung mulai berkembang.
B. ETIOLOGI
Menurut
Brunner&Suddarth (2005) ada beberapa kondisi yang menimbulkan terjadinya
stenosis pada aorta yaitu :
1.
Kalsifikasi senilis / degenerative
Sering terjadi
pada individu diatas usia 65 tahun oleh karena proses degenerative.
2.
Rheumatic Heart Disease
Merupakan suatu penyakit inflamasi
akut yang sering diawali dengan adanya peradangan pada faring (Saluran
pernapasan atas) dan disebabkan oleh kuman Streptococcus Beta Hemolyticus Grup
A.Selain oleh adanya kuman, juga disebabkan oleh adanya penurunan daya tahan
tubuh terhadap kuman tersebut. Demam reumatik dapat menyerang semua lapisan
jantung dan katup karena Host pada jantung sama dengan saluran napas atas.
3.
Kelainan Kongenital
C. MANIFESTASI KLINIK
1.
Pada tahap asimtomatik, stenosis aorta tidak menimbulkan gejala khas akan
tetapi saat di aukultasi akan terdengar murmur sistolik di intercosta 2 dan
intercosta 3 sebelah kanan sternum (paling keras terdengar di daerah apek dan
aorta).
2.
Pada tahap lanjut (simtomatik) maka aorta stenosis dapat menimbulkan gejala
yang khas yaitu nyeri dada,
syncope dan Dyspnea
►
Dyspnea : merupakan dekompensasi ventrikel kiri terhadap adanya kongesti paru
►
Syncope : Terjadi akibat menurunnya cardiac output sehingga perfusi ke otak
berkurang
►Angina : timbul akibat ketidakseimbangan suplai oksigen
dengan kebutuhan oksigen miokard serta adanya pe urunan aliran darah koroner.
Gejala
lain yang timbul yaitu palpitasi yang disebabkan oleh karena ventrikel kiri
meningkatkan kekuatan denyutan jantung untuk memompa darah lebih banyak.Pada
tahap lanjut maka akan timbul Gagal jantung kiri, akibat peningkatan beban
ventrikel kiri sehingga otot jantung kiri mengalami hipertropi sebagai respon
terhadap besarnya obstruksi dan bila obstruksi semakin membesar makam
mengakibatkan penurunan fungsi jantung kiri.
D. Pemeriksaan
Diagnostik
1. Radiologi
a.
Pembesaran jantung ( CTR > 50%)
b.
Peningkatan Vaskularisasi Paru
c.
Kalsifikasi katup arota dapat terlihat pada pemeriksaan Flouroscopy
d.
Dilatasi aorta asenden dan dilatasi ventrikel kiri
2.
Elektrokardiogram
a.
LVH ( Left Ventrikel Hypertropi)
b.
LBBB ( Left Bundle Branch Block)
c.
LAD ( Left axis Deviasi)
d.
Atrial Fibrilasi
3. Echocardiografi
Ditemukan adanya aorta stenosis,
kalsifikasi pada daerah aorta, hipertropi ventrikel kiri dan atrium kiri
membesar.
4.
Kateterisasi
a.
Hemodinamik
Pada hemodinamik terjadi peningkatan
tekanan sistolik ventrikel kiri dan LVEDP selain itu juga terjadi peningkatan
PCWP dan terdapat perbedaan gradient tekanan ventrikel kiri dan aorta lebih
dari 50 mmHg.
b.
Kalkulasi area katup aorta
►
Normal : 3.0 – 3.5 cm²
►
Midstenosis aorta : 1.0 – 1.5 cm²
►
Moderate stenosis aorta: 0.85 – 1.0 cm²
►
Severe stenosis aorta : < 0.85 cm²
E. KOMPLIKASI
1.
Kematian mendadak oleh karena aritmia ventrikel
2. Gagal
jantung kiri
3.
Gangguna sistem konduksi
4. Emboli
5. Endokarditis
F. PENATALAKSANAAN MEDIS
1.
Paliatif
Tindakan BAV (
Ballon Aortic Valvuloplasty) adalah memasukkan balon melalui septum atrial.
Ballon dikembangkan dengan larutan angiografi cair dan lebih sering melalui
aorta serta melintasi katup aorta dan ventrikel kiri. Ketika balon
dikembangkan, katup aorta tidak akan menutup sama sekali sehingga memungkinkan
aliran darah mengalir ke aorta. Namun prosedur ini tidak efektif, hampir 50% dalam 12 -15 bulan
pasca BAV stenosis akan kambuh kembali
(Brunner & Suddarth 2002). Prosedur ini bermanfaat sebagai tindakan jangka
pendek / sementara, sebelum tindakan penggantian katup aorta.Tindakan ini akan
meningkatkan ukuran dari katup aorta sekitar 0.5 – 0.8 cm² (Susan L Wood,2005).
Tindakan BAV dilakukan tergantung dari derajat
(mid,moderate,severe) stenosis aorta, ada tidaknya penyakit penyerta (seperti
vegetasi) dan usia.
2.
Pembedahan
a. Repair
Proses
Repair dibagi menjadi 2 yaitu anuloplasthy dan perbaikan bilah.
a.1
Anuloplasty
Anuloplasty adalah perbaikan annulus katup (jaringan yang
menghubungkan antara bilah-bilah katup dengan otot jantung). Anuloplasty
menggunakan 2 cara yang berbeda salah satunya dengan menggunakan cincin
anuloplasty dimana bilah katup dijahitkan ke cincin dan membentuk annulus
dengan ukuran yang diinginkan. Cara lain yaitu dengan cara mengikat bilah katup
ke atrium atau membuat kerutan untuk menengangkan annulus.
a.2 Perbaikan Bilah
Bilah katup jantung yang mengalami pemanjangan, bergelembung
atau berlebihan maka akan dibuang atau dipotong kelebihan dari jaringan
tersebut. Jaringan yang memanjang dapat dilipat balik dan dijahit diatas
jaringan itu sendiri (Plikasi Bilah). Bilah yang pendek biasanya diperbaiki
dengan Cordoplasty (Perbaikan corad tandinae). Selain itu dapat pula dilakukan
insisi berbentuk baji pada bagian tengah bilah yang kemudian celah yang ada
dijahit (Reseksi bilah).
b. Replacement
Penggantian katup merupakan cara yang efektif untuk
mengatasi stenosis aorta tahap lanjut (Severe) yang disertai gejala-gejala
stenosis aorta seperti angina, syncope dan heart failure.
Penggantian
katup tergantung pada status fungsional pasien, disfungsi ventrikel dan adanya
vegetasi.
Penggantian
katup menggunakan 4 macam katup prostetik, yaitu :
1)
Katup Mekanik
Berbentuk bola dan cakram, lebih kuat dibandingkan dengan
katup prostetik lainnya dan biasa digunakan pada pasien usia muda. Katup
mekanik memerlukan antikoagulasi sepanjang hidup dengan pengencer darah seperti
warfarin, untuk mencegah terjadinya tromboemboli.
Mechanical valve
2) Xenograf
Adalah
katup jaringan (Bioprosthesis atau heterograft) biassanya berasal dari babi,
tapi dapat pula berasal dari katup sapi, viabilitasnya bisa mencapai 7 – 10
tahun. Tidak menyebabkan thrombus sehingga tidak memerlukan antikoagulan,
umumnya digunakan untuk pasien usia >70 tahun dengan riwayat ulkus peptikum
dan kontraindikasi terhadap antikoagulan serta pada wanita usia subur.
Tissue valve
3) Homograf (Katup dari manusia)
Diperoleh dari donor, jaringan yang diambil dari katup
aorta, katup pulmonal dan sebagian dari arteri pulmonalis yang disimpan secara
kriogenik. Homograf sangat mahal dan tidak bersifat trombogenik.
4) Otograf
Diperoleh dengan memotong katup pulmonal dan sebagian arteri
pulmonalis sebagai pengganti katup aorta.
Sumber
; Brunner & Suddarth, 2005.
3. Medikamentosa
a. Nitrogliserin Oral ( sublingual )
diberika bila ada angina
b. Diuretik dan Digitalis diberikan
bila ada tanda gagal jantung
c. Statin dianjurkan untuk mencegah kalsifikasi daun katup aorta
d.
Antikoagulan, pada pasien menggunakan katup mekanik penggunaan
antikoagulan
seumur hidup, sedangkan pada katup
bioprostetik penggunaan antikoagulan
selama
fase awal saja biasanya selama 5 hari.
Sementara untuk preventif penggunaan Heparin
3-4 bulan.
e.
Antibiotik digunakan untuk profilaksis diantaranya amoxilin, eritromicin,
ampicilin,
gentamizin, dan vancomicyn.
f. Diet
rendah garam
g. Hindari
aktivitas berat seperti mengangkat beban berat dan lari
( www.
Mediastore .com )
G.
ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
·
Keadaan
umum : pasien tampak lemah / tampak sesak, kesadaran composmentis, apatis,
somnolen, sofor dan coma.
·
Tanda-tanda
vital : Berat Badan ( BB ) dan Tinggi Badan ( TB )
·
Pemeriksaan
kepala dan leher : pasien tampak gelisah, wajah pucat, konjungtiva anemis,
skelera ikterik, eksoptalmus, ptechie, bibir sianosis, hidung simetris, keluhan
pusing, nyeri kepala dan pingsan.
·
Menilai
arteri carotis : ↓ penurunan pulsasi arteri carotis, bising ( Bruit ) saat
auskultasi.
·
Pemeriksaan
dada : obsrevasi gerakan pernafasan (
frekuensi, irama, kedalaman nafas), kesimetrisan dada, suara nafas vesikuler
/ ronchi, saat palpasi teraba thrill di
daerah aorta, kaji bising stenosis aorta. ( suara paling keras, sepanjang atas
sternum dan menjadi lemah di area afek dan aksila dan atau systolik yang kasar
disela iga 2-3 sebelah kanan sternum.
·
Pemerikaaan
abdomen : adanya bruit, atau bising pembuluh oleh karena stenosis yang
menyangkut pembuluh-pembuluh cabang aorta, kesimetrsan bentuk abdomen ( asites,
hepatomegali )
·
Pemerikasaan
kulit / ekstremitas : akral hangat atau dingin , kulit lembab atau kering,
sianosis, adanya edema
·
Pemeriksaan
kuku : sianosis perifer, cavilary refill
2.
Diagnosa Keperawatan
a.
Penurunan curah jantung b.d gangguan
fungsi katup aorta
b.
Gangguan rasa nyaman nyeri dada b.d
penurunan suplai darah dan oksigen ke koroner
c.
Intoleran aktivitas b.d suplai dan kebutuhan oksigen tidak seimbang
d.
Kurang pengetahuan tentang
penyakitnya b.d kurangnya informasi
3.
Intervensi
Keperawatan
a.
Penurunan curah jantung b.d gangguan
fungsi katup aorta
·
Observsi tanda- tanda vital
·
Berikan posisi yang nyaman ; semi
fowler
·
Observasi terjadinya syncope
·
Monitor capillary refile dan pulsasi
arteri perifer
·
Anjurkan untuk tirah baring total
·
Bantu aktifitas sehar-hari sebagian
atau seluruhnya
·
Observasi tanda-tanda penurunan
curah jantung (Mudah lelah, akral dingin, pucat)
·
Kolaborasi dalam pemberian oksigen
sesuai indikasi
·
Kolaborasi dalam pemberian therapy
digitalis
b.
Gangguan rasa nyaman nyeri dada b.d
penurunan suplai darah dan oksigen ke koroner
·
Kaji lokasi, skala, durasi dan
frekuensi nyeri
·
Monitor tanda-tanda vital
·
Batasi aktifitas klien
·
Ajarkan tehnik relaksasi
·
Rekam dan monitor EKG 12 lead
·
Berikan posisi yang nyaman dan
batasi pengunjung
·
Kolaborasi dalam pemberian terapi nitrat
dan oksigen sesuai indikasi
c.
Intoleran aktivitas b.d suplai dan kebutuhan tidak seimbang
·
Monitor tanda-tanda vital
·
Kaji kemampuan pasien dalam
beraktivitas
·
Anjurkan pasien untuk istiraht
·
Beri lingkungan yang nyaman dan
tenang
·
Berikan penjelasan untuk tidak
mengunakan energy yang berlebihan seperi
mengedan ketika BAB.
·
Hentikan aktifitas bila pasien nyeri
dada
d.
Kurang pengetahuan tentang
penyakitnya b.d kurangnya informasi
·
Kaji tingkat pengetahuan pasien akan
kondisi kesehatannya
·
Berikan informasi mengenai aktifitas
yang boleh dilakukan selama sakit, intake nutrisi yang adekuat serta beberapa
efek obat.
|
Reaksi:
|
Mengenai
Saya
abdoel apa yang kita sukai, apa yang tidak kita sukai, apa
yang kita perhatikan ataupun apa yang kita acuhkan dari orang lain adalah
cerminan kepribadian kita be a nice person... alway's "(^-^)"
Pengikut
Like
ToT@L
DiLiH@t
26422
Entri
Populer
Segmen ST
pada penyakit jantung Segmen ST adalah garis lurus yang menghubungkan ujung
akhir kompleks WRS dengan bagian awal gelombang T....
Asuhan
Keperawatan CAD Pre CABG CABG dengan Vena Savena CABG dengan IMA PENDAHULUAN •
Latar Belakang Penyakit jantung dan
pem...
PENDAHULUAN
Masalah pernapasan menempati urutan tertinggi dalam menentukan prioritas
penanganan kegawatan maupun kekritisan. Hal ini be...
PHARMACEUTICAL
CARE UNTUK PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER : FOKUS SINDROM KORONER AKUT BAB I
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyak...
DIABETES
MELLITUS A. Pengertian Diabetes mellitus merupakan
sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa da...
AORTA
STENOSIS PENDAHULUAN Penyakit katup jantung dahulu dianggap sebagai penyakit
yang hamper selalu disebaban oleh demam rematik.tetapi...
TINJAUAN
TEORI A. PENGERTIAN
Tetralogi of Fallot (TOF) adalah kelainan jantung kongenital dengan gangguan
siano...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar